Sunday, November 23, 2003


  Kini, Danau Toba Milik 7 Daerah, April 2004 Tuan Rumah DT-OIJC Eksibisi Jetski Nasional Awali Festival Solu Bolon di Danau Toba
Medan (SIB)

Perlombaan uji coba (eksibisi) pacu jetski nasional di perairan Danau Toba pada 28-30 November pekan ini akan mengawali pemulihan repromosi pariwisata Danau Toba, untuk menyambut Festival Solu Bolon Danau Toba pada 6-7 Desember mendatang, plus persiapan kejuaraan jetski internasional (Danau Toba Open International Jetsky Competition—DT OIJC) pada April 2004 mendatang.

Ketua Badan Wisata Daerah (Bawisda) Sumut Ir Henry Hutabarat didampingi Direktur Eksekutif Ir Raya Timbul Manurung dan praktisi wisata Pulau Samosir Ranti Tobing dan Pontas Panggabean, Dra Ria Manurung secara terpisah menyatakan prospek pariwisata Danau Toba kini akan semakin cerah karena telah menjadi tanggung jawab tujuh daerah kabupaten menyusul realisasi pemekaran daerah kabupaten sekitarnya. Selengkapnya 


  Kabupaten Samosir Jangan Hanya Mekar untuk Rebutan Jabatan dan DAU
Medan (SIB)

Pakar Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) USU menyambut baik disahkannya Kabupaten Samosir yang mekar dari Kabupaten Toba Samosir (Tobasa). Tapi diingatkan jangan hanya sekedar mekar untuk rebutan jabatan, melainkan harus segera membenahi perangkat penting yaitu Sistem Pemerintahan Desa. Lebih tegas lagi, diingatkan agar para penggagas pendirian Kabupaten Samosir harus malu kalau hanya berorientasi untuk memperoleh DAU, dana dari pusat lebih banyak.

Hal ini dikatakan Ketua Jurusan Ilmu Administrasi Negara FISIP USU Drs Marlon Sihombing MA dan Kepala Laboratorium Otonomi Daerah Drs Robinson Sembiring MSi kepada SIB, Jumat (21/11) di Kampus FISIP USU Medan. Ketika diminta komentarnya tentang disahkannya Samosir menjadi Kabupaten, mereka menyambut baik. Namun dari sisi akademis, mereka menuturkan sejumlah fakta, kondisi riil beberapa Desa di daerah itu. Sebagai salah satu kegiatan akademik, bersama mahasiswa yang magang di sejumlah kecamatan, mereka menemukan, di setiap kantor Kepala Desa tidak diperoleh data otentik yang up to date tentang potensi desa yang ada. Bila ini tidak dibenahi, maka Kabupaten Samosir akan kesulitan mengembangkan daerahnya sendiri. Selengkapnya
 

Thursday, November 20, 2003


  Pemekaran Kabupaten Samosir
Rapat paripurna DPR di Jakarta, Kamis (20/11), menyetujui pengesahan 13 RUU tentang pembentukan 24 kabupaten baru di 13 provinsi menjadi Undang-undang. Diantaranya Kabupaten Samosir yang berdiri sendiri hasil pemekaran dari Kabupaten Toba Samosir. Dalam rapat paripurna yang dipandu Wakil Ketua DPR Soetardjo Surjoguritno itu, seluruh fraksi yang ada di DPR dapat menerima draft ke-13 RUU yang telah dibahas anggota-anggota Komisi II bersama pemerintah tersebut menjadi UU.

Dalam pemandangan akhirnya, masing-masing fraksi menyatakan bahwa dengan dibentuknya daerah-daerah otonom baru itu, maka diharapkan rantai birokrasi bisa diperpendek sehingga pelaksanaan pembangunan di daerah-daerah bisa semakin cepat.

Selain itu, dengan semakin dekatnya pemilu, maka RUU itu harus segera diundangkan agar daerah-daerah baru tersebut bisa segera pula dijadikan daerah pemilihan untuk Pemilu 2004.

Sementara untuk pemilihan pejabat bupati, fraksi- fraksi meminta masing-masing gubernur yang daerahnya dimekarkan itu segera menunjuk pejabat-pejabat sementara sebelum DPRD setempat terbentuk dari hasil Pemilu 2004. (Ant/edj) Selengkapnya


Berita Terkait: RUU 24 Kabupaten Se Indonesia Disahkan -- Termasuk Serdang Bedagai, Samosir Dan Bener Meriah 

Wednesday, November 19, 2003


  APBN 2004 Sediakan Dana Rp 18 M untuk Bangunan Jalan Alternatif di Parapat
Simalungun (SIB)

Anggota Komisi IV DPR Drs Postdam Hutasoit di Siantar Hotel P Siantar, Sabtu (15/11) mengatakan dalam penyusunan APBN tahun 2004, pihaknya berhasil memperjuangkan dana Rp18 miliar untuk biaya pembangunan jalan alternatif masuk dan keluar Kota Parapat sepanjang lebih kurang 16 kilometer.

Menurut Hutasoit, pembangunan jalan alternatif tersebut sangat penting mengingat kota Parapat sebagai obyek pariwisata yang banyak dikunjungi turis lokal dan mancanegara, sehingga arus lalu lintas harus lancar. "Jalan alternatif itu dibangun untuk mencegah terjadinya kemacetan arus lalu lintas keluar dan masuk Kota Parapat", katanya. Selengkapnya 


  RUU Pembentukan Kabupaten Samosir akan Disahkan DPR
RUU (Rancangan Undang-Undang) Pembentukan Kabupaten Samosir yang dimekarkan dari Kabupaten Toba Samosir, disebut sebut akan disahkan DPR RI Kamis (20/11) bersama 23 kabupaten baru lainnya seluruh Indonesia. Demikian, informasi yang beredar Selasa (18/11) di lingkungan kantor Bupati dan DPRD Kabupaten Toba Samosir. Kebenaran informasi itu tidak dapat dikonfirmasikan kepada Bupati Tobasa Drs Sahala Tampubolon, karena sedang di Medan mengikuti kegiatan pemerintahan di Kantor Gubsu. Ketua DPRD Tobasa Samosir, Ir Bonatua Sinaga yang dihubungi melalui telepon selularnya Selasa siang mengaku sedang di perjalanan menuju Medan untuk selanjutnya Rabu pagi terbang ke Jakarta. Ditanya mengenai keberangkatannya ke Jakarta, Ketua DPRD itu mengakui berkaitan dengan akan disahkannya RUU pembentukan Kabupaten Samosir dalam Sidang Paripurna DPR RI yang dijadwalkan Kamis (20/11). Ketua DPRD itu tidak banyak berkomentar namun mengakui keberangkatannya ke Jakarta adalah untuk menghadiri Sidang Paripurna DPR RI yang akan mengesahkan RUU Pembentukan Kabupaten Samosir bersama 23 Kabupaten baru lainnya.

Asisten I Pemerintahan Setdakab Tobasa Drs Tonggo Napitupulu MSi yang dikonfirmasi melalui Hpnya mengakui ianya sedang di Jakarta berkaitan dengan rencana pembentukan Kabupaten Samosir. Menurut Drs Tonggo Napitupulu MSi, sidang paripurna, DPR RI untuk pengesahan RUU pembentukan 24 kabupaten baru di Indonesia termasuk Kabupaten Samosir dijadwalkan Kamis (20/11). "Saya telah 2 hari di Jakarta berkaitan dengan pembentukan Kabupaten Samosir," ujar Asisten I Pemkab Tobasa itu. Selengkapnya 

Saturday, November 15, 2003


  Longsor di Dolok Panribuan, Jalinsum Siantar-Parapat Putus Total
Parapat (SIB)

Jalinsum penghubung Kota Pematangsiantar-Parapat putus total selama 4 jam akibat longsor di Nagori Parmonangan Kecamatan Dolok Panribuan, Jumat (14/11) sekitar pukul 11.00 WIB.

Dari Pantauan SIB di lokasi kejadian kendaraan dari dua arah jalan terpaksa harus antrean menunggu pihak Muspika membersihkan badan jalan yang ditutupi tanah.

Camat Dolok Panribuan Asimar Siregar SSos yang turun ke lokasi mengatakan, sesaat mengetahui kejadian itu, ia langsung berkoordinasi dengan pihak Kabupaten untuk melakukan pembersihan jalan. Namun sebelum turun sebuah alat berat milik PU Binamarga yang berada tidak jauh dari lokasi langsung turun dan menggusur tumpukan tanah.

Sementara anggota kepolisian dari Polsek Panribuan juga ambil bagian mengatur arus lalu lintas sehingga dalam waktu 4 jam sudah dapat dikendalikan.

Asimar Siregar kepada SIB mengakui, musim penghujan kali ini mengakibatkan jalinsum Siantar Parapat sangat rawan. Untuk saat ini saja sudah ada 3 titik rawan longsor tetapi masih dapat diantisipasi. Dalam menghadapi arus lalulintas pada masa Lebaran, Natal dan Tahun baru mendatang pihaknya telah melakukan koordinasi untuk membuat posko-posko pengamanan.

Lebih jauh Asimar mengakui disamping pengaruh musim penghujan bahwa terjadinya longsor juga diakibatkan ketandusan hutan di sepanjang jalan. (B10/p)
 

Thursday, November 13, 2003


  Danau Toba Diproyeksikan Lomba Jetsky Bertaraf Internasional
PEMATANG SIANTAR (Waspada)
Direncanakan pada 28 dan 30 November mendatang, 20 pemain jetsky dari Jakarta melakukan demonstrasi di perairan Danau Toba sebagai bagian dari promosi gong pariwisata Danau Toba 2003 dimotori Menakertrans Jacob Nuwa Wea. Sumber terpercaya Waspada yang mengikuti rapat di ruang kerja Gubsu 29-30 Oktober lalu menyatakan dalam tim Jetsky tersebut turut berperan seorang Presiden Megawati.

Jetsky dalam tenggang waktu tersebut sudah mengelilingi seluruh pinggiran Danau Toba dengan kecepatan 120km per jam. "Kita berharap promosi keindaan Danau Toba turut berkembang melalui kegiatan jetsky," kata sumber Waspada, di P Siantar. Selasa (11/11). Selengkapnya 


  Dua Titik Longsor Di Pinggir Gunung Objek Wisata Parapat
Parapat, Sumut ( Berita Sore)
Sedikitnya dua lokasi titik longsor kelihatan jelas di sebahagian pinggir jalan dekat gunung Parapat yang menghadap ke daerah lokasi objek wisata Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut) atau sekitar 120 Km Selatan Kota Medan.

Pemantauan LKBN Antara di lokasi objek wisata terkenal di tanah air ini, Kamis, sekitar pukul 10.00 WIB, bangunan beton berfungsi sebagai penyangga (penahan-Red) gunung Parapat yang "jebol" di dua tempat tersebut, diperkirakan mencapai panjang tiga hingga empat kilometer.

Namun, saat ini bangunan yang sudah kelihatan tua dan mengalami kerusakan tersebut, sedang diperbaiki untuk menjaga hal-hal tak diingini akibat longsor berasal dari gunung dekat objek wisata cukup terkenal serta sangat disenangi warga asing. Selengkapnya
 


  Sudah Sering Terjadi Banjir Bandang Di Silaen Tobasa
Balige, (Analisa)

Dua tahun terakhir ini banjir bandang sering melanda Toba Samosir akibat penggundulan liar hutan di daerah itu.

Banjir bandang terakhir terjadi tahun ini di Aek Bolon (sungai) di Kecamatan Silaen, merusak ratusan hektare persawahan rakyat dan sebagian di antaranya tidak dapat diolah karena batu batuan besar yang dibawa banjir bandang itu masih tetap berada di tengah-tengah sawah, belum dapat disingkirkan.

Akibat banjir bandang yang terjadi itu sampai Camat Silaen Sijabat dicopot karena saat peristiwa camat tersebut tidak ada di posnya, hingga masyarakat waktu itu merasa dibiarkan memikul derita yang diakibatkan banjir bandang Aek Bolon tersebut. Selengkapnya
 


  Hama Kujar di Danau Toba Bisa Ditangkal dengan Penyinaran
Medan Bisnis --Medan
Hama sejenis ektoparasit yang saat ini menyerang beberapa jenis ikan di perairan Danau Toba, dapat diatasi dengan cara penyinaran. Hama yang memiliki beberapa nama daerah seperti sakilik dan kujar ini, merupakan famili crustaceae.

Bahkan Kasubdis Bina Produksi dan Teknologi Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Sumatera Utara (Sumut), Robert Napitupulu mengemukakan, sampai saat ini hama ini baru dapat diatasi dengan penyinaran.
"Serangan pertama patogen yang telah mengghambat pertumbuhan ikan mujahir di beberapa kawasan di Danau Toba seperti Haranggaol, Silalahi dan Tongging ini hanya dapat diatasi dengan cara penyinaran di sekitar pusat perkembangbiakan ikan," jelas Robert Napitupulu.  
::: Thursday, November 13, 2003

  Pemanfaatan Potensi Perikanan Danau Toba tak Lebih dari 0,5%
Medan Bisnis — Medan
Pemanfaatan potensi perikanan kawasan Danau Toba hingga kini masih sangat kecil. Dari 113.000 hektar luas perairannya, tidak lebih dari 0,5% yang digunakan sebagai kawasan perikanan.

Ini tentu menjadi sangat ironis, mengingat perairan ini dikelilingi oleh lima kabupaten di Sumut, yakni Kabupaten Karo, Simalungun, Dairi, Taput dan Kabupaten Tobasa. Idealnya, kelima kabupaten tersebut sudah harus memaksimalkan pemanfaatan potensi perikanan Danau Toba tersebut. Namun terbukti, sampai saat ini, tidak lebih dari 0,5% yang diolah sebagai lahan perikanan. Selengkapnya
 

Tuesday, November 11, 2003


  Pusat dari Sumatera Utara adalah Danau Toba
Pusat dari Sumatera Utara adalah Danau Toba dengan iklim yang sejuk dan pemandangan yang menakjubkan yang serasa menyentuh perasaan dan menyegarkan pikiran. Di Toba, kota Prapat, dibangun penginapan-penginapan yang menarik dan tenang yang merupakan daya tarik tersendiri dari Danau Toba.

Menurut sejarah, danau tersebut terjadi akibat letusan gunung berapi. Dan merupakan danau terbesar diseluruh Asia Tenggara dengan panjang 100 km dan salah satu yang terdalam di dunia . Dikelilingi bukit, pohon-pohon yang menutupi lereng-lereng bukit, uadara yang sejuk dan menyegarkan, dengan curah hujan yang cukup untuk menunjang tumbuhnya sayur-sayuran.

Samosir, adalah pulau terbesar yang terletak ditengah danau, yang merupakan kampung halaman Batak Toba, yang dianggap sebagai orang asli Suku Batak. Satu hal yang menjadi kebiasaan adalah masyarakat Batak yang merantau akan selalu ingat untuk pulang ke kampung halaman.

Tiga tempat duduk batu di Samosir merupakan bukti kebesaran dari cerita batak. Tempat duduk tersebut terbuat dari batu yang berumur 300 tahun dan dengan meja berada di bagian tengah. Tempat duduk pertama diduduki oleh Raja Batak, ditempat kedua duduk orang yang akan dihukum atau tahanan, yang apabila didapati bersalah akan dipindahkan ke kursi ketiga untuk mendapatkan hukuman.

Daya tarik yang lain adalah Rumah Tradisional Batak, yang penuh dengan aneka ragam dekorasi. Juga ada pertunjukan boneka "Si gale-gale" yang pada saat bersamaan juga dimainkan musik batak yang akan memainkan lagu tradisional, yang terdengar sangat indah walaupun dalam penataan yang sederhana.

Pelajar dan pengunjung yang memiliki dana terbatas dapat menginap di tempat yang lebih sederhana tetapi tetap menyajikan akomodasi yang baik, restoran dan fasilitas-fasilitas lainnya.

Dengan hanya ada beberapa kendaraan bermotor, pulau ini benar-benar menyenangkan untuk ditelusuri dengan berjalan kaki. Pemandu wisata lokal terbiasa mengelilingi danau dan tidak kesulitan dalam menelusuri dataran tinggi yang ada. Mereka terbiasa mendaki hingga 1.600 m untuk mencapai desa yang bernama Roonggurni dan merasa bangga dengan kemampuan mereka. Dan anak-anak biasa mendaki tempat tersebut setiap akan bersekolah.
 

Monday, November 10, 2003


  Lapangan Terbang Perintis Sibisa Toba Samosir Dibenahi
Parapat, (Analisa)

Lapangan terbang perintis Sibisa Kecamatan Lumbanjulu Pemkab Toba Samosir mulai dibenahi. Lapangan yang diresmikan Presiden Soeharto tahun 1976 itu berjarak sekitar 15 Km dari daerah tujuan wisata (DTW), Parapat Danau Toba.

Sejumlah warga kepada Analisa Rabu, (5/11) mengatakan, pembenahan lapangan terbang itu sudah dimulai beberapa minggu lalu, diawali dengan perbaikan pelataran mendaratnya pesawat.

Selengkapnya 

Sunday, November 09, 2003


  Keramba dan Peternakan, Usaha Strategis di Kawasan Danau Toba
*Solusi Mengatasi Sempitnya Lahan Pertanian
Medan Bisnis — Medan

Keramba apung dan peternakan merupakan salah satu usaha stategis dalam menangani permasalahan usaha tani di sekitar Danau Toba. Ini sejalan dengan semakin sempitnya lahan pertanian yang menjadi ancaman bagi kawasan danau tersebut.

"Lahan yang semakin sempit dan musim yang tidak menentu merupakan permasalahan masyarakat di sekitar Danau Toba saat ini dalam melaksanakan usaha taninya," ujar Mangara Sihombing, seorang staf BIPP Kabupaten Tobasa.

Pada workshop tersebut, Mangara menjelaskan mengenai "Pengembangan Managemen Keramba Apung dan Peternakan Berbasis Inisiatif Lokal". Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir usaha tani di sekitar Danau Toba sangat memprihatinkan. Padahal, katanya, dulu daerah ini sangat terkenal dengan pertanian bawangnya. Kondisi ini akibat kemarau panjang yang terjadi sebanyak 4-5 bulan dalam setahun. Selengkapnya


 


  JICA Adakan Studi Wilayah dan Pengelolaan Lingkungan Danau Toba
Medan Bisnis – Medan
Dalam rangka mengoptimalkan potensi yang dimiliki kawasan Danau Toba, khususnya di sektor pariwisata dan pertanian, Japan International Corporate Agency (JICA), bekerja sama dengan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) serta Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sumatera Utara (LPPM-USU), melakukan studi rencana pembangunan wilayah dan pengelolaan konservasi lingkungan terpadu di kawasan Danau Toba.

"Studi ini dilakukan dengan sistem pendekatan masyarakat secara partisipatif (PRA), sehingga akan diperoleh potensi wilayah yang sesuai dengan karakter dan keinginan dari masyarakat setempat," ujar salah seorang tim peneliti, Ir Sustra Ginting MSI, didampingi Ramos Girsang MSi, kepada Medan Bisnis, di salah satu daerah studi, Desa Silalahi II Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, belum lama ini.

Dari hasil studi yang telah dilakukan beberapa hari, katanya, pemanfaatan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia saat ini sangat minim. Dikatakannya, masyarakat masih sangat tergantung pada komoditas bawang yang sudah beberapa tahun terakhir ini, menyebabkan petani cenderung merugi.

"Sedangkan, pariwisata yang sebenarnya sangat potensial untuk dikembangkan belum disadari masyarakat akan mampu meningkatkan kesejahteraannya, meskipun beberapa kebijakan pemerintah seperti pelarangan membuka usaha tambak di danau, sudah dipatuhi oleh masyarakat," ujar Sustra menambahkan. Selengkapnya
 


  Petani Bawang Merah di Pesisir Danau Toba Gagal Panen
Medan Bisnis – Medan
Para petani bawang merah di sepanjang pesisir Danau Toba, tahun ini tampaknya benar-benar bernasib sial. Selain akibat sebagian lahan mereka gagal panen, harga bawang merah juga anjlok menjadi Rp 2.500 – Rp 3.000 per kg.

Sebagai dampak dari kondisi tersebut, masyarakat petani di sepanjang pinggiran Danau Toba saat ini mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya. Nasib para petani bawang merah di pinggiran Danau Toba ini, diketahui dari hasil Studi Rencana Pembangunan Wilayah dan Pengelolaan Konservasi Lingkungan Terpadu di Kawasan Danau Toba dengan Pendekatan Partisipatif, yang dilakukan Japan International Corporate Agency (JICA).

Studi yang berlangsung di Desa Silalahi II, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, pada 15-24 September 2003 itu, merupakan kerja sama dengan Lembaga Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (LPPM USU) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Propinsi Sumatera Utara (Bappeda Sumut). Selengkapnya 


  Misteri Pohon Hariara Di Tomok
SEBENARNYA banyak sekali tanda-tanda yang bisa ditunjukkan oleh alam bagi kelangsungan hidup manusia. Berbagai wilayah mungkin memiliki cerita tentang keanehan isi alamnya. Salah satunya yang terdapat di Pulau Samosir tepatnya di kota Tomok. Di pinggiran perairan Danau Toba ada beberapa pohon yang dipercaya sebagai perlambang kekuasaan raja-raja terdahulu.

Seorang raja zaman dahulu dipercaya memiliki kesaktian yang luar biasa. Kesaktian itu tentu saja untuk menjaga keutuhan negerinya dari serangan musuh. Konon, pohon-pohon yang rindang sering dijadikan sebagai tempat berkumpul raja dan hulubalangnya. Akhirnya pohon-pohon itu dilestarikan sampai usianya ratusan tahun. Itulah yang terdapat di kota Tomok (Pulau Samosir). Ada beberapa pohon yang dipercaya sebagai peninggalan raja-raja terdahulu, sehingga makamnyapun dikelilingi oleh pohon-pohon tersebut. Selengkapnya

 

Saturday, November 08, 2003


  Seluruh Komponen Jaga Kelestarian Danau Toba
Medan, (Analisa)

Komisi IV DPRD Sumut mengingatkan Pemkab Simalungun, Karo dan Toba Samosir serta kabupaten lainnya untuk menjaga kelestarian Daerah Tujuan Wisata (DTW) Danau Toba.

Pentingnya menyadarkan masyarakat sekaligus meminta kepada Pemkab untuk bersama-sama menjaga kelestarian Danau Toba dan perambahan hutan.

"Anggaran sudah cukup untuk melestarikan Danau Toba tersebut, tapi terus terang banyak anggaran yang disunat dalam bentuk seremonial yang jelas tidak ada untungnya,"ujar anggota Komisi IV DPRD Saumut Marlon Purba. Selengkapnya

 

Thursday, November 06, 2003


  Danau Toba Dan Ancaman Limbah Dari Investor
Bulan Agustus yang lalu dengan sukses telah berlangsung selama delapan hari Pesta Rakyat Danau Toba. Pesta adat rakyat di kawasan danau terbesar di pulau Sumatera itu dipadati jumlah pengunjung rata-rata setiap hari 40.000 orang.

Sehubungan dengan kenyataan itu sejumlah negara-negara ASEAN diundang untuk menampilkan aneka budaya dan seni pada kegiatan Pesta Rakyat Danau Toba 2004. Diperkirakan acara ini kelak bisa dipastikan berlangsung semarak dan bakal mendapat perhatian luas dari kalangan wisatawan dalam dan luar negeri untuk berlibur ke danau Toba, Sumut. Selengkapnya 


  Industri Pulp Rusak Hutan Sumatera
Kerusakan kawasan Taman Nasional di Indonesia makin parah. Taman Nasional Tanjung Puting, misalnya, kerusakannya mencapai 70 persen dari total kawasan yang mencapai 300 ribu hektare. Kerusakan ini 40 persennya diakibatkan oleh kebakaran hutan dan sisanya diakibatkan oleh adanya penebangan liar.

Kerusakan akibat penebangan liar atau illegal logging ini tidak hanya menimpa Taman Nasional Tanjung Puting, tapi juga taman nasional lain yang ada di Indonesia sebagaimana dilaporkan "Tempo" Interaktif 14 Januari 2003.

Sekitar 60 persen kawasan hutan Taman Nasional Bukit Barisan Sumatera rusak parah akibat dijarah melalui penebangan liar (illegal logging)

Selain illegal logging/marketing serta kebakaran, maka kerusakan hutan dan pencemaran lingkungan di Sumatera telah diakibatkan oleh aktivitas penambangan dan industri bubur kertas (pulp) dan kertas. Selengkapnya 


  Objek Wisata Pulau Samosir
KONDISI pariwisata kita sekarang ini ibarat seorang pasien di rumah sakit, lemas, lunglai tak berdaya hanya cairan infus yang disuntik melalui pembuluh darah satu-satunya harapan untuk menyambung hidup menunggu dipanggil yang Maha Kuasa.

Tidak tahu kapan krisis di sektor ini bisa pulih atau bangkit seperti dulu. Kehidupan masyarakat yang terlibat langsung di sektor ini, ekonominya semakin melarat. Contoh yang terdekat, Pulau Samosir.

Krisis kunjungan turis manca negara ke Indonesia dan khususnya ke lokasi objek wisata di Pulau Samosir sangat terasa bagi perekonomian masyarakat yang dari sejak dulu menggantungkan harapan pada kedatangan para turis, sebagai penjual jasa seperti hotel, para pedagang souvenir, penujuk jalan (guide) termasuk juga bagi mereka yang menyewakan sepedamotor bagi turis, semuanya lesu. Selengkapnya 


  Tomok Lebih Jadi Pilihan
TOMOK agaknya mulai jadi kota wisata alternatif yang diserbu pelancong. Sedang Parapat hanya sebagai wilayah transit semata.

Memang Tomok selain unik, banyak tempat bisa dikunjungi. Dan, pemandu wisata di sana dengan ramah menyapa pengunjung menawarkan cerita-cerita menarik tentang keberadaan pulau itu.

Bepergian ke Tomok cukup mengandalkan kapal penyeberangan dari Ajibata Parapat. Tarifnya lumayan murah, cuma Rp 2000,- untuk satu kali perjalanan. Jika Anda berniat membawa serta kendaraan, tarifnya berbeda lagi. Untuk satu kali perjalanan, mobil Anda dikenakan tarif Rp 48.000.

Saat hari libur, Tomok dikunjungi para pelancong terutama kalangan pelajar. Anak sekolah dasar (SD) maupun SLTP dan SMU sering mengadakan perpisahan di sana. Objek wisata yang bisa dikunjungi antara lain patung Sigale-gale dan pemakaman Raja Sidabutar. Selengkapnya

 


  Sisi Lain Tamasya Danau Toba
BEBERAPA kilometer dari Balige ada sebuah desa yakni Lumban Silintong yang persis bersisian dengan Danau Toba, sekarang masuk wilayah Kabupaten Toba-Samosir yang berjarak lebih dari 200 kilometer dari Kota Medan. Ruas jalan menuju kawasan tersebut tidak bisa dikatakan lebar bagi kepentingan wisata. Badan jalan persis sejajar dengan tepi Danau Toba di bawah perbukitan yang tidak jarang sering longsor. Saat melalui ruas jalan di tepi Danau Toba itu, batuan bekas longsoran perbukitan, yang tertumpuk di kaki bukit tak jauh dari tepi danau sedang dimuatkan ke dalam mobil pick-up. Bebatuan itu telah dipecah menjadi ukuran kecil, dan cocok untuk material bangunan maupun bahan penimbun. Selengkapnya

 


  Toba Health Camp
TOBA Health Camp berupa workshop tentang kanker, keluarga berencana, pemberian makanan tambahan bagi balita, pemeriksaan golongan darah kepada 300 murid SD secara gratis, penyuluhan kesehatan kepada murid di tujuh sekolah dasar merupakan bagian dari Work Camp yang diadakan CMR bekerjasama dengan IIMC. Kegiatan work camp ataupun kemah kerja ini adalah salah satu pengembangan program yang dilakukan oleh CMR sebagai suatu wadah yang menampung aspirasi, minat serta bakat dari para remaja. Kemah kerja ini bersifat internasional sehingga pesertanya bukan hanya dari Indonesia saja. Selengkapnya

 

Wednesday, November 05, 2003


  Bayar Retribusi bila Buang Limbah ke Danau Toba
sarana dan prasarana pengolahan air limbah kawasan wisata Danau Toba yang pembangunannya dimulai tahun 1994, maka limbah-limbah yang ada di sekitar kawasan wisata itu, tidak boleh lagi mencemari Danau Toba. Limbah rumah tangga, hotel dan restoran yang selama ini merisaukan wisatawan karena dibuang langsung ke danau, melalui proyek tersebut, diolah terlebih dahulu agar tidak mencemari Danau Toba. Selengkapnya
 

Tuesday, November 04, 2003


  Sektor Pengelolaan Air Limbah
Medan Bisnis – Medan
Dirut PDAM Tirtanadi Sjahril Pasaribu Msi mengatakan, pihaknya masih mengalami kerugian dalam pengelolaan sektor air limbah di Kota Medan maupun di Danau Toba, karena walaupun instalasi limbah sudah terpasang selama 10-15 tahun, namun minat masyarakat maupun perusahaan sangat minim.

“Jumlah pelanggan air limbah di Medan saat ini hanya 9.501 pelanggan, padahal sebelumnya ditargetkan 18.000 pelanggan, sedangkan di Parapat-Ajibata hanya ada 19 pelanggan dari rencana 1000 pelanggan,” kata Sjahril Pasaribu MSi pada rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPRD Sumut, di Medan, Senin (3/11). Selengkapnya 


  7 Dermaga di Danau Toba
Medan (SIB)

DPRD Sumut dan DPRD Tobasa (Toba Samosir) mengusulkan kepada Pempropsu tentang perencanaan pembangunan 7 Dermaga Pelabuhan Fery di kawasan Danau Toba berbiaya puluhan miliar yang dananya bersumber dari APBN, APBD propinsi dan APBD kabupaten yang berdekatan dengan kawasan objek wisata tersebut.

"Rencana pembangunan 7 Dermaga Fery di kawasan Danau Toba tersebut telah kita sampaikan kepada Gubsu, ternyata beliau sangat respon dan langsung memerintahkan Kadis Perhubungan untuk membicarakannya," jelas Bonatua Sinaga senada dengan Sanggam.

"Mudah-mudahan rencana pembangunan 7 Dermaga yang sudah dirancang agar bisa didarati Kapal Fery tersebut segera terealisasi, apalagi Dinas Perhubungan sudah memprogramkannya, termasuk menyanggupi menyediakan rambu-rambu maupun sarana transportasi lainnya," ujar Bonatua dan Sanggam.

Dikatakan Bonatua, pembangunan 7 Dermaga Fery itu direncanakan di kawasan Balige Kabupaten Tobasa, di daerah Muara Kabupaten Tapanuli Utara, Palipi atau Tomok di Kabupaten Samosir (Kabupaten baru yang akan dibentuk), Haranggaol Kabupaten Simalungun, Tongging di Kabupaten Karo, Tao Silalahi (Silalahi Nabolak) Kabupaten Dairi dan di Bakkara Kabupaten Humbang Hasundutan.

"Dana pembangunannya diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah dan berdasarkan hasil diskusi dengan Dinas Perhubungan, direncanakan akan ditampung dalam APBN TA 2004, serta bantuan APBD Propinsi maupun APBD kabupaten/kota yang terkait dengan kawasan Danau Toba dimaksud," jelas Sanggam Bakkara.

Dikatakan Bonatua Sinaga, dengan terbukanya 7 Dermaga Fery ini nantinya, dipastikan perekonomian masyarakat maupun kabupaten yang ada di pinggiran kawasan Danau Toba terakses, ditambah peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari sektor pariwisata.

"Masyarakat maupun para turis lokal dan mancanegara bisa menjalani route via kapal Fery dari Parapat, Tomok, Palipi, Balige, Muara, Haranggaol, Tongging dan Silalahi Nabolak maupun sebaliknya. Atau dengan kata lain, dalam satu hari bisa tersinggahi 7 kabupaten," ujar Sanggam Bakkara.

Dengan demikian, ujar Bonatua, Danau Toba khususnya Sumut akan bisa menyaingi keindahan maupun kesohoran objek wisata Bali, apalagi diselang-selingi dengan berbagai macam perlombaan, setidaknya 3 kali sebulan seperti perlombaan "Jet Sky’ yang direncanakan akan diperagakan pada ‘Pesta Solu Bolon’ 28-30 Nopember di Ajibata.

Begitu juga soal permintaan dana bantuan sebesar Rp 10 miliar lebih kepada Pempropsu maupun pemerintah pusat untuk mengeruk kawasan Tano Ponggol dapat direalisasi, agar bisa dilalui kapal Fery, sebab daerah itu sentra ekonomi kawasan Danau Toba.

"Saya berharap dana anual fee sebesar Rp 8 miliar yang kini sedang ‘parkir’ di Pempropsu, hendaknya jangan dikelola Bapedalda, tapi diprioritaskan untuk pengerukan daerah Tano Ponggol," tambah Sanggam SH Bakkara yang juga Wakil Ketua PNM Sumut itu.(A13/m)
 

Monday, November 03, 2003


  Membangun Semangat Tourism di Danau Toba
BEREDAR kabar, Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut saat ini tengah menggagas sebuah hajatan akbar di Kota Parapat (Danau Toba) berupa lomba triathlon meliputi lari, renang dan sepeda. Gagasan tersebut disambut baik oleh Wakadis Pariwisata Sumut karena dinilai mempromosikan potensi wisata Sumut ke luar negeri. Optimisme pihak Dispora bahwa event ini akan mendatangkan turis ke Parapat adalah karena kegiatan surfing di Nias saja bisa terlaksana, apalagi Parapat yang secara geografis lebih dekat. Kita menyambut baik setiap pihak yang punya keinginan tulus membantu mendatangkan turis, apalagi sampai perlu menggelar sebuah event. Dalam terminologi pariwisata, event tersebut merupakan atraksi wisata, di mana wisatawan dapat menikmati suatu pertunjukan atau kegiatan sehingga wisatawan merasa betah di objek wisata tersebut, dan pada gilirannya mengeluarkan uang lebih banyak. Selengkapnya
 


  Nasib TPL akan Ditentukan pada Pemilu 2004
Medan Bisnis (Medan)
Untuk menjawab pro dan kontra masalah beroperasinya PT TPL (Toba Pulp Lestari) di dekat kota Porsea, Kabupaten Tobasa, akan diperoleh dari hasil Pemilu 2004. Hasil pemilu ini juga akan menentukan nasib pabrik pulp yang sudah beroperasi kembali sejak beberapa bulan yang lalu. Hal ini dikatakan oleh Ketua DPD Partai PDKB Sumut Sarmedi Purba atas pertanyaan peserta diskusi selesai pelantikan PAC Partai PDKB (Partai Pewarta Damai Kasih Bangsa) Kecamatan Ajibata, Porsea, Silaen dan Laguboti, di Aula Akademi Arjuna, Laguboti, Tobasa, Selasa (12/8) lalu. Sarmedi menekankan, kalau rakyat tidak menginginkan PT TPL ditutup, tentu rakyat akan memlih wakil-wakilnya di DPRD dan bupatinya yang juga tidak menginginkan pencemaran lingkungan. Apalagi bupati nantinya dipilih oleh rakyat. Jadi tambah Sarmedi, Pemilu 2004 sangat strategis menentukan nasib perusahaan yang mempunyai bahan baku kayu itu. Di situ juga akan ditentukan apakah rakyat Toba Samosir menginginkan pabrik itu dibuka kembali atau ditutup untuk selamanya. Karena wakil-wakil rakyat yang sekarang, yang dituding rakyat tidak menyuarakan keingingan rakyat, akan tidak dipilih lagi. Inilah mekanisme demokrasi. "Wakilnya di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah maupun di pusat diberikan wewenang untuk 5 tahun. Kalau kinerja anggota dewan itu dianggap baik, dia akan dipilih kembali. Kalau tidak tentu tidak dipilih kembali," katanya. Atas pertanyaan peserta diskusi dari Kecamatan Porsea, bagaimana pendapatnya pribadi tentang beroperasinya pabrik pulp tersebut, Ketua DPD Partai Pewarta Damai Kasih Bangsa (Partai PDKB) Sumut itu mengatakan, kalau mencemari lingkungan pabrik itu harus ditutup. Apalagi kalau pabrik itu merambah hutan dan tidak sesuai dengan kaidah-kaidah pelestarian hutan, harus ditutup. Tapi kalau hasil penelitian tidak merambah hutan dan tidak mencemari lingkungan, harus dioperasikan. (rel) 

Saturday, November 01, 2003


  Batak dalam Musik Dunia

MUSIK dunia. Apa itu? Untuk sementara, sebelum petugas bahasa dan pekerja musik menemukan padan yang sepantar, begitulah kita sebut world music di sini. Yang dimaksud pastilah bukan Beethoven sebab biarpun mendunia, jenis ini lebih dikenal sebagai musik literatur atawa klasik Barat. Juga bukan The Beatles karena meski menjagat, sewangsanya masih sangat belia dibandingkan dengan usia peradaban dunia yang telah ribuan tahun melahirkan musik yang dikenal berbagai etnik spesies manusia.

Bertanyalah Ira Landgarten kepada pesitar terpandang Nikhil Banerjee sehari sebelum pementasannya di Carnegie Hall, New York hampir 20 tahun yang lampau. "Sebagian orang menamai musik klasik India sebagai musik etnik, bagaimana pendapatmu?"

Selengkapnya 


  Danau Toba Belum Miliki Zona Wilayah Perairan

Medan Bisnis (Medan)
Pengelolaan kawasan Danau Toba ternyata belum berdasarkan zona wilayah. Ini mengakibatkan sulitnya menerapkan aspek lingkungan dan estetika terhadap danau itu. Padahal, dua aspek ini penting diterapkan pada kawasan yang memiliki potensi perikanan dan pariwisata tersebut.

"Tanpa berdasarkan zona wilayah, akan sangat berbahaya bagi kesinambungan pemanfaatan potensi danau itu," kata Ir Moral Abadi Girsang MM, seorang peneliti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara (BPTP Sumut) kepada Medan Bisnis. Padahal, kata Ir Moral Abadi ketika dihubungi Medan Bisnis di Gedung BPTP Sumut, Jalan Jenderal Besar AH Nasution No 1B Medan, Jumat (31/10), dengan kedalaman maksimum mencapai 435 meter dan luas permukaan 112.970 m2, Danau Toba merupakan danau dengan stratifikasi ologotrophic yang memiliki kemampuan besar mendukung kegiatan budidaya perikanan, di samping pengembangan sektor pariwisata. Selengkapnya
 


  Perairan Danau Toba Diserang Hama Ektoparasit
*Peneliti: Sulit Menanggulanginya

Medan Bisnis (Medan)
Hama sejenis ektoparasit, yang merupakan family crustaceae, khususnya argulus sp yang memiliki beberapa nama daerah seperti sakilik dan kujar (kutu mujair), dipastikan sudah menyerang perairan Danau Toba. Ini terbukti dari terhambatnya pertumbuhan beberapa jenis ikan danau, seperti ikan mas dan mujair.

Hal ini dibenarkan Ir Moral Abadi Girsang MM, peneliti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Utara (Sumut) kepada Medan Bisnis, kemarin. Ia mengemukakan hal itu setelah sebelumnya meneliti sampel virus yang menyerang perairan Danau Toba. Virus itu dikirimkan petani beberapa waktu lalu ke BPTP Sumut. Moral Abadi menjelaskan, lambatnya pertumbuhan ikan di perairan Danau Toba tersebut disebabkan serangan first patogen. Hama ini menyerang beberapa jenis ikan dengan menjadi parasit di luar tubuh ikan, seperti menempel di kulit dan di insang.

Selain menghisap darah, secara psikologis ikan yang ditempelinya juga akan merasa terganggu, sehingga ikan menjadi stres dan menyebabkan nafsu makan menurun. Keadaan ini berdampak pada rendahnya kekebalan tubuh ikan.
Rendahnya imun dari ikan yang telah diserang argulus sp, akan merangsang aktifnya second patogen yang berada di lingkungan kawasan perairan dalam menimbulkan infeksi terhadap ikan-ikan tersebut. “Efek dari serangan sakilik atau kujar tidak hanya menyebabkan menurunnya ketahanan tubuh, tapi juga menjadi pemicu aktifnya patogen lain yang menyebabkan terhambatnya pertumbuhan. Pada gilirannya menimbulkan kematian pada ikan yang terserang,” terang Moral. Selengkapnya

 

Situs ini menampilkan artikel tentang Ajibata Parapat dan sekitarnya di dalam satu website.Kritik dan Saran kirim melalui email ke sczove@yahoo.com


  • September 2003
  • October 2003
  • November 2003
  • December 2003
  • January 2004
  • February 2004
  • Anggun Priyatmoko
    Ernest Simbolon

    Name :
    Web URL :
    Messege :

    blogger
    blogskins
    Hariansib
    Waspada
    Harian Analisa
    Harian Medan Bisnis
    Harian Berita Sore
    w4rnawarni