Friday, September 26, 2003


 
BELASAN MONYET DANAU TOBA GANAS SIAP SERANG WISATAWAN
Danau Toba (SIB)

Sementara itu belasan monyet yang bergelantungan di sepanjang jalan menuju kawasan wisata danau Toba, Sumut, siap menyerang wisatawan pejalan kaki merebut segala macam barang yang dibawa pelancong yang sedang menikmati keindahan alam setempat.

Belasan monyet nampak bergelantungan dan duduk-duduk di tepi jalan sisi kiri dan kanan kawasan danau Toba, hewan liar tersebut siap menerkam orang yang melintas di kawasan obyek wisata kenamaan di Sumut itu, demikian dilaporkan LKBN ANTARA dari Danau Toba, Kamis.

Tidak ada data resmi mengenai jumlah wisatawan yang sudah menjadi korban dari keganasan monyet itu, namun masyarakat setempat mengatakan hewan itu senantiasa menerkam dan mengejar manusia yang mendekatinya sambil merampas barang dan makanan yang dibawa wisatawan.

Bagi wisatawan yang melintas dengan menggunakan mobil biasanya mereka melempar aneka makanan seperti kacang dan buah-buahan, monyet tersebut saling berebut untuk mendapatkan makanan.

Populasi monyet di kawasan hutan seputar danau Toba masih cukup banyak yakni ratusan ekor, monyet-monyet itu banyak yang berkeliaran di jalan-jalan sambil memburu makanan baik dari hutan maupun pemberian wisatawan.

"Biasanya monyet itu langsung menerkam dan merebut makanan serta dompet, ini membahayakan,"ujar warga di danau Toba.

Untuk menghindari terkaman monyek ganas itu para penumpang dan pengemudi mobil saat melintas menutup rapat kaca kendaraan sambil melempar sisa makanan yang dimiliki wisatawan. (Ant/i)

 

Tuesday, September 23, 2003


 
Tabrakan Maut Mopen L-300 Kontra Truk Tronton di Simalungun, 4 Tewas 2 Luka Berat
Pematang Siantar, (Analisa)

Peristiwa tabrakan maut antara L-300 Wisata Indah kontrak truk tronton pembawa kertas IIU terjadi, Rabu (17/9) sore sekitar pukul 17.30 WIB di jalan umum Siantar-Parapat Desa Kasinder Dolok Tomuan Kecamatan Dolok Panribuan Simalungun.

Akibat tabrakan maut tersebut tiga orang tewas di tempat dan seorang tewas setelah mendapat perawatan di RS Vita Insani Pematang Siantar, dan dua menderita luka berat/ringan.

Berdasarkan pantauan Analisa dari lokasi, ketiga korban yang teas adalah Parmono penduduk Jalan Mawar Purba Sari Kecamatan Tapian Dolok Simalungun selaku supir truk tronton, seorang lelaki belum diketahui identitasnya diduga kernet truk tronton, Sinta Uli boru Situmorang (33) pedagang beras penduduk Parapat dan Purnama boru Haloho (34) penduduk Parapat tewas setelah mendapat perawatan di RS. Vita Insani.

Sedang luka berat Herianto (21) penduduk Blang Pase Aceh Kota NAD, dan Deston Sinaga (28) selaku supir Wisata Indah mengalami luka lecet di bagian kepala mendapat perawatan di Rumkit Rem 022 Pematang Siantar.

Sebelum peristiwa tabrakan maut terjadi, Mopen L-300 membawa empat penumpang akan menuju arah Parapat dan setahu bagaimana di TKP terpergok dengan truk tronton yang datang dari arah Parapat. Situasi jalan tikungan dan menurun tajam arah datangnya truk tronton membuat truk tidak dapat menghindar karena bermuatan kertas pulp puluhan ton langsung menabrak Mopen L-300 dan terguling arah kanan dan menghimpit Mopen serta merusak rumah penduduk di dekatnya.

Lokasi tergulingnya kedua mobil tersebut persis di kawasan tempat tergulingnya truk jenis sama yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan merusak rumah penduduk pada beberapa bulan lalu. Berarti peristiwa yang sama terulang kembali.

Petugas Polantas Simalungun yang bekerja sama dengan Polantas Sektor Tiga Dolok dibantu aparat kepolisian terpaksa kerja keras untuk mengeluarkan korban yang tewas dari himpitan badan mobil. Bahkan untuk mengeluarkan korban terpaksa didatangkan mobil derek dari Pematang Siantar. (er)

 


 
Kasus Tabrakan Maut di Dolok Panribuan
Warga Sandera Dua Truk Milik PT TPL

Pematang Siantar, (Analisa)

Kasus tabrakan di Kecamatan Dolok Panribuan Simalungun, menewaskan empat orang, dua luka berat, Rabu (1/9) ternyata berbuntut panjang.

Warga Dolok Panribuan, yang diduga tak senang, Kamis (18/9) subuh menyetop dan menyandera dua truk milik PT TPL ketika melintas di kawasan itu mengangkut puluhan ton kertas dari arah Taput.

Begitu juga dua mobil korban kecelakaan yakni truk gandeng dan Mopen Wisata Indah Danau Toba masih berada di lokasi kejadian dalam keadaan kopak kapik. Karena tidak dibenarkan warga setempat ditarik petugas polisi ke kantor Polantas Aspol Jalan Asahan Pematang Siantar.

Keterangan diperoleh, penyanderaan dilakukan warga Dolok Panribuan, karena pihak TPL dan pengusaha truk gandeng tronton mendatangi warga.

Hal itu mengingat, dalam kasus terdahulu di tempat yang sama pada 22 Juli 2003, truk tronton terbalikdan menghancurkan empat rumah dan satu rumah warga retak retak dindingnya.

Dalam kasus itu, warga tak mendapat ganti rugi. Bahkan pihak TPL maupun pengusaha truk tidak ada menyatakan maaf atau datang ke lokasi kejadian sebagai adat masyarakat timur.

Menurut salah seorang pengetua D Manurung, pihaknyab tetap bertahan karena tak jelasnya penyelesaian masalah yang terdahulu atau peristiwa 22 Juli 2003.

Bahkan kepada Kapolres Simalungun AKBP Drs Gatta Chairuddin yang Rabu (17/9) malam datang ke lokaso bersama Wakapolres dan para perwiranya, Manurung tetap menyatakan tidak mengizinkan dua mobil korban kecelakaan dibawa ke Pematang Siantar.

Sementara mobil derek yang didatangkan dari Pematang Siantar siap untuk menderek mengeluarkan truk dari lokasi.

Kasat Lantas Polres Simalungun AKP Tulus Juswantoro S.Ik ketika ditanya wartawan di kantornya, Kamis (18/9) mengatakan, bila warga menuntut hak mereka silakan saja dengan melapor ke Polres Simalungun jika ada yang dirugikan.

Namun, jangan sampai bertindak arogan dan main hakim sendiri dengan menyandera truk yang tak bersalah, katanya.

Mengenai kecelakaan lalulintas mengambil korban jiwa itu tetap ditangani secara hukum. Kepada para korban baik yang tewas dan yang cedera berat dan ringan diusulkan pembayaran asuransi pertanggungan jiwanya.

Ia menambahkan, kasus tabrakan terpaksa ditutup, mengingat supir truk sebagai tersangka tewas.

"Kalau sudah tewas, bagaimana mau memperkarakannya", kata Tulus.

Sementara itu, Kapolsek Tiga Dolok AKP Muslim mengatakan, pihaknya bersama Kapolsek Tiga Balata dibantu aparat dari Polres Simalungun tetap siaga di tempat melakukan pengamanan preventif guna menjaga hal hal tak diingini dari warga stempat.

Karena ada selentingan isu, warga akan membakar kendaraan yang disandera. (er)

 


 
20 Rumah dan 2 Mobil Musnah Terbakar di Parapat

Parapat, (Analisa)

Duapuluh unit rumah semi permanen dan permanen serta 2 unit mobil jenis Willis dan sedan musnah terbakar di Siburak-Burak Jalan Haranggaol Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kota Wisata Parapat, Kamis (18/9) pukul 12.05 WIB.

Semua rumah yang terbakar itu terdiri dari Toko Souvenir, kelontong, rumah makan, kedai kopi dan penginapan.

Rumah yang musnah terbakar itu baru dapat dipadamkan setelah lima unit armada pemadam kebakaran milik Pemkab Simalungun, Toba Samosir, Toba Pulp Lestari, Pematang Siantar, NV STTC, termasuk truk air milik PT Aquafarm Nusantara sekitar pukul 14.15 WIB.

Keterangan dihimpun di tempat kejadian menyebutkan, diduga asal api bersumber dari rumah milik Mak Anto, akibat arus pendek.

Musibah kebakaran itu tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi kerugian ditaksir milyaran rupiah. Sebab selain rumah barang-barang seisinya juga tidak ada yang dapat diselamatkan.

Mendengar peristiwa yang menggemparkan itu Camat Parapat Jonni Saragih SIP dan jajaran Muspika setempat dengan sigap menghubungi pemadam kebakaran guna memadamkan api yang cepat merambat ke rumah yang lainnya.

Dikatakan Jonni Saragih musibah kebakaran tersebut tak seorang pun yang menginginkannya. Untuk itu, pinta Saragih, agar semua lapisan masyarakat Parapat khususnya masyarakat Siburak-Burak jangan terpancing emosi menghadapi musibah tersebut.

Pantauan di lapangan, guna menghindari hal-hal yang tidak diingini, Polsek Parapat melakukan pengamanan ekstra ketat termasuk mengamankan arus lalu lintas dan membantu masyarakat korban kebakaran agar jangan dilanda kepanikan.

Pemimpin PT Aquafarm Nusantara Ir Hermanto juga mengerahkan pengangkutannya membantu mengevakuasi barang-barang tetangga korban kebakaran ke tempat-tempat yang lebih aman, karena tetangga sekitar kebakaran juga turut panik.

Sejumlah masyarakat Parapat dalam kesempatan itu menganjurkan agar Pemkab Simalungun menyediakan minimal 2 unit armada kebakaran menjaga hal-hal yang tidak diingini agar peristiwa serupa terulang kembali di kota wisata andalan Sumut itu.

Peristiwa kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan pihak Polsek Parapat. (tps)

 


 
Anggota DPR RI Tinjau Lokasi Kecelakaan di Tiga Dolok
Pimpinan CV Tunas Baru Nyatakan Bertanggung Jawab


Pematang Siantar, (Analisa)

Anggota DPR Prof. Dr. Ing. K. Tunggul Sirait meninjau lokasi kecelakaan truk tronton pengangkut kertas PT Toba Pulp Lestari (TPL) yang menimpa mobil angkutan umum Wisata Indah Danau Toba di Tiga Dolok Kecamatan Dolok Panribuan Pemkab Simalungun, Sabtu (20/9) siang.

Dalam kesempatan peninjauan itu, wakil ketua sub komisi lingkungan hidup itu secara khusus kepada Analisa menegaskan, pihak PT TPL harus bertanggung jawab penuh terhadap musibah yang menimbulkan 4 orang korban jiwa termasuk mobil pengangkutan umum yang remuk itu.

Dikatakan, pertanggungjawaban yang harus diemban PT TPL itu dikarenakan kertas yang diangkut truk tronton itu milik TPL. Karena itu pihak PT TPL jangan buang badan, tukas Sirait.

Berhubungan dengan kertas milik TPL yang diangkut truk tronton itu, pihak TPL juga harus mempertanggungjawabkan kecepatan di jalan termasuk tonase muatan yang sudah di luar batas kemampuan jalan.

Menjawab pertanyaan Analisa, Tunggul menegaskan, memang pihak TPL melakukan perjanjian kontrak dengan pihak pengusaha atau kontraktor, tetapi dalam perjanjian kontrak itu kan pihak PT TPL sebagai pihak pertama. Tentu, pihak TPL harus bertanggung jawab bersama-sama dengan kontraktor.

Selain PT TPL, berkaitan dengan musibah kecelakaan itu juga pemerintah harus turut betanggungjawab memelihara sarana jalan. Pemerintah harus dengan tegas melarang truk tronton pengangkut kertas milik PT TPL agar jangan mengangkut kertas melebihi dari daya tahan jalan.

Pemerintah jangan hanya menagih retribusi atau yang lainnya dari pihak TPL, namun sarana jalan yang dilintasi truk-truk itu juga harus diperhatikan agar jangan setiap saatnya menimbulkan kerusakan, tukas Sirait.

Pada hari itu juga, di Polsek Tiga Dolok, SSL Manager PT TPL Juanda Panjaitan kepada Analisa mengatakan, kalau TPL yang berbuat sudah pasti TPL yang bertanggung jawab. Tidak mungkin pihak lain, tukas Panjaitan.

Menyinggung tentang pertanggungjawaban terhadap kecelakaan yang terjadi di Tiga Dolok, Rabu (17/9), Juanda Panjaitan menegaskan, TPL hanya mengimbau mitra kerja agar sesegera mungkin menyelesaikan kasus tersebut dengan pihak-pihak terkait dan sampai saat ini kontraktor sudah menunjukkan itikat baiknya.

Menjawab pertanyaan tentang arogan TPL yang dituding anggota DPR RI Tunggul, Juanda Panjaitan mengatakan, kalau TPL arogan, dimana arogannya. Jangan asal tudinglah, katanya.

BERTANGGUNG JAWAB

Sementara itu Tunas Baru, sebuah perusahaan angkutan lokal Porsea menegaskan hari ini, Senin (22/9) mereka secara kesatria bertanggung jawab sepenuhnya terhadap kecelakaan truk pengangkut pulp kontra angkutan kota di Tiga Dolok, Simalungun, yang menewaskan empat orang, Rabu pekan lalu.

Truk dengan nomor polisi BK 9982 BJ itu bertabrakan dengan angkutan kota Wisata Indah BK 1922 DR, menyebabkan supir truk Purnomo (34), seorang kondektur dan dua penumpang Wisata Indah masing-masing Purnama boru Haloho dan Sintauli boru Situmorang meninggal dunia.

“Kami bertanggung jawab!” tulis Lise Haryanto, pimpinan CV Tunas Baru (TB) yang mengoperasikan truk naas itu bekerjasama dengan sebuah perusahaan angkutan dari Medan, PO Prima Kas.

Lise merasa perlu membuat penjelasan resmi karena terjadinya “penyimpangan” informasi mengenai siapa yang bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut. Beberapa kalangan sempat mendiskreditkan industri penghasil pulp Porsea, PT Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) melalui media.

“Sesuai kontrak, pihak angkutan bertanggung jawab terhadap keselamatan barang serta segala resiko yang timbul selama dalam perjalanan”, tulis Lise sebagaimana dikirimkan ke berbagai media.

TB adalah satu satu dari 24 mitra bisnis TPL untuk mengangkut pulp dari Porsea ke pelabuhan Belawan. Kegiatan angkutan, baik dari hutan ke pabrik maupun dari pabrik ke pelabuhan, kini dipercayakan kepada masyarakat lokal dalam bentuk kemitraan bisnis sebagai perwujudan dari Paradigma Baru TPL.

Dalam hal pengusaha lokal belum mampu menanganinya sendiri, mereka dapat bekerjasama dengan pengusaha luar Tobasa seperti dilakukan TB.

Perusahaan angkutan lokal lainnya, Operanto pimpinan Dollar Sianipar, juga menjalin kerjasama serupa dengan CV Triadi Medan. Salah satu truk mereka juga mengalami kecelakaan di Tiga Dolok bulan Juli lalu dan menewaskan pengemudi truk, Kamidi, serta seorang wanita pejalan kaki.

Ketika itu, pimpinan Triadi, Zulkifli, juga menegaskan tanggung jawab mereka terhadap peristiwa tersebut.

Baik kasus kecelakaan Operanto maupun Tunas Baru sudah ditangani pihak kepolisian dan menurut laporan terakhir yang diterima hari ini negosiasi ganti rugi antara kedua perusahaan itu dengan pihak para korban dilakukan secara terpisah dan sudah berakhir dengan kesepakatan, Minggu (21/9) dinihari.

Topografi di sekitar dua kecelakaan terakhir sangat rawan kecelakaan karena terdapat banyak tanjakan plus tikungan tajam. Dalam dua tahun terakhir tercatat lebih dari sebelas kali kecelakaan dan menewaskan 19 orang.

Penduduk sekitar mendesak dibangunnya tembok-tembok pengaman di beberapa tikungan “maut” serta pemasangan lebih banyak rambu-rambu peringatan bagi para pengemudi. (tps)

 


 
Aksi Massa Berlanjut, 30 Truk Kertas TPL Distop di Jalinsum
Pematangsiantar (SIB)

Aksi unjuk rasa masyarakat Kampung Pasar Baru Desa Dolok Tomuan Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun masih berlanjut. Hingga Sabtu (20/9) masyarakat belum membolehkan truk-truk pengangkut kertas PT TPL (Toba Pulp Lestari) lewat dari Jalinsum Km 15,5 Dolok Panribuan. Bahkan jumlah truk yang disetop masyarakat telah mencapai 30 unit. Keseluruhannya bermuatan kertas yang siap dikirim ke Medan.

Dari pengamatan SIB, truk tersebut antara lain, bermuatan kertas bahkan telah mencapai 30 unit truk BK 8439 DY, BK 8429 DY, BK 8809 LF, BK 8760 DY, BK 8207 DY, BK 8782 DY, BK 8214 DY, BK 8768 DY, BK 8758 DY, BK 9340 LC, BK 8427 DY, B 9519 XV, B 9284 AP, B 9425 ZU, B 9504 PT.

Sesuai rencana, Sabtu (20/9) sekitar pukul 12.00 WIB akan ada pertemuan kesepakatan antara masyarakat Dolok Panribuan dengan pihak pengusaha angkutan CV Belawan Indah di Mapolsek Tiga Dolok. Namun hingga pukul 17.30 WIB perwakilan CV Belawan Indah tidak kunjung hadir. Sedangkan Kapuskodal Ops Polres Simalungun AKP Ruli Agus P Kasat Reskrim AKP Wisnu Prabowo, Kapolsek Tiga Dolok AKP Muslim, Tokoh masyarakat setempat, masyarakat, utusan PT TPL antara lain SSL Manager Juanda, L Hutabarat, Tagor Manik, G Sianipar sudah menunggu lebih kurang lima jam di Mapolsek Tiga Dolok.

SSL Manager PT TPL Juanda ketika dikonfirmasi, Sabtu (20/9) di Mapolsek Tiga Dolok sehubungan dengan pertemuan tersebut mengatakan, bahwa kehadiran pihaknya dalam pertemuan tersebut selaku penengah jalan keluarnya permasalahan antara masyarakat Dolok Panribuan dengan CV Belawan Indah. Selaku mitra kerja PT TPL dengan CV Belawan Indah, mereka hanya mengupayakan pihak perusahaan transportasi tersebut hadir dalam pertemuan di Mapolsek Tiga Dolok.

Sementara Kapolsek Tiga Dolok AKP Muslim saat dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan, Jumat (19/9) malam telah ada pertemuan antara masyarakat dengan perwakilan CV Belawan Indah yang dihadiri Chairil Siregar. Dalam pertemuan tersebut masyarakat yang mengalami kerusakan rumah pada bulan Juli 2003 lalu, saat truk berisi kertas TPL menabrak beberapa rumah masyarakat diantaranya dua rumah Situmorang, Gusti Sianipar, Ny Simamora, Haposan Silitonga, JC Sianipar menuntut ganti rugi sebesar Rp 65,4 juta.

Namun pada pertemuan malam itu Chairil Siregar selaku mewakili CV Belawan Indah tidak dapat membuat keputusan sesuai permintaan masyarakat. kemudian sesuai permintaan CV Belawan Indah, Sabtu (20/9) pukul 12.00 WIB memohon kepada masyarakat pertemuan dilakukan di Mapolsek Tiga Dolok. Hal itu dimintanya agar ia terlebih dahulu melaporkan permohonan masyarakat kepada direksi CV Belawan Indah Ramadhan. Permohonan pihak CV Belawan Indah akhirnya dimaklumi masyarakat Dolok Panribuan. Namun hingga Sabtu (20/9) pukul 17.30 WIB janji pihak CV Belawan Indah tidak kunjung dipenuhi.

Kendati pihak CV Belawan Indah tidak kunjung hadir sebagaimana yang disepakati pada rapat dengan masyarakat Jumat malam di Dolok Panribuan, Polisi mampu menyakinkan masyarakat setempat tidak emosional, sehingga situasi aksi unjuk rasa berjalan dengan tertib dan aman tanpa menimbulkan situasi yang tidak diinginkan. (B7/c)

 


 
Seputar Kecelakaan Maut di Tigadolok CV Tunas Baru : "Kami Bertanggungjawab"


Medan (SIB)

Tunas Baru, sebuah perusahaan angkutan lokal Porsea menegaskan, Senin (22/9) bahwa mereka secara kesatria bertanggungjawab sepenuhnya terhadap kecelakaan truk pengangkut pulp kontra angkutan kota di Tigadolok, Simalungun, yang menewaskan empat orang, Rabu pekan lalu.

Truk dengan nomor polisi BK 9982 BJ itu bertabrakan dengan angkutan kota Wisata Indah BK 1922 DR, menyebabkan supir truk Purnomo (34), seorang kondektur dan dua penumpang Wisata Indah masing-masing Purnama boru Haloho dan Sintauli boru Situmorang meninggal dunia.

"Kami bertanggungjawab!," tulis Lise Haryanto, pimpinan CV Tunas Baru (TB) yang mengoperasikan truk naas itu bekerjasama dengan sebuah perusahaan angkutan dari Medan, PO Prima Kas.

Lise merasa perlu membuat penjelasan resmi karena terjadinya "penyimpangan" informasi mengenai siapa yang bertanggungjawab atas kecelakaan tersebut. Beberapa kalangan sempat mendiskreditkan industri penghasil pulp Porsea, PT Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) melalui media.

"Sesuai kontrak, pihak angkutan bertanggungjawab terhadap keselamatan barang serta segala risiko yang timbul selama dalam perjalanan," tulis Lise sebagaimana dikirimkan ke berbagai media.

TB adalah salah satu dari 24 mitra bisnis TPL untuk mengangkut pulp dari Porsea ke pelabuhan Belawan. Kegiatan angkutan, baik dari hutan ke pabrik maupun dari pabrik ke pelabuhan, kini dipercayakan kepada masyarakat lokal dalam bentuk kemitraan bisnis sebagai perwujudan dari Paradigma Baru TPL. Dalam hal pengusaha lokal belum mampu menanganinya sendiri, mereka dapat bekerjasama dengan pengusaha luar Tobasa seperti dilakukan TB.

Perusahaan angkutan lokal lainnya, Operanto pimpinan Dollar Sianipar, juga menjalin kerjasama serupa dengan CV Triadi Medan. Salah satu truk mereka juga mengalami kecelakaan di Tigadolok bulan Juli lalu dan menewaskan pengemudi truk, Kamisi, serta seorang wanita pejalan kaki. Ketika itu, pimpinan Triadi, Zulkifli, juga menegaskan tanggungjawab mereka terhadap peristiwa tersebut.

Baik kasus kecelakaan Operanto maupun Tunas Baru sudah ditangani pihak Kepolisian dan menurut laporan terakhir yang diterima hari ini negosiasi ganti rugi antara kedua perusahaan itu dengan pihak korban dilakukan secara terpisah dan sudah berakhir dengan kesepakatan, Minggu (21/9) dini hari.

Topografi di sekitar dua kecelakaan terakhir sangat rawan-kecelakaan karena terdapat banyak tanjakan plus tikungan tajam. Dalam dua tahun terakhir tercatat lebih dari sebelas kali kecelakaan dan menewaskan 19 orang. Penduduk sekitar mendesak dibangunnya tembok-tembok pengaman di beberapa tikungan "maut" serta pemasangan lebih banyak rambu-rambu peringatan bagi para pengemudi. (Rel/A11/l)
 

Situs ini menampilkan artikel tentang Ajibata Parapat dan sekitarnya di dalam satu website.Kritik dan Saran kirim melalui email ke sczove@yahoo.com


  • September 2003
  • October 2003
  • November 2003
  • December 2003
  • January 2004
  • February 2004
  • Anggun Priyatmoko
    Ernest Simbolon

    Name :
    Web URL :
    Messege :

    blogger
    blogskins
    Hariansib
    Waspada
    Harian Analisa
    Harian Medan Bisnis
    Harian Berita Sore
    w4rnawarni