Monday, February 09, 2004


  Dibalik Keelokan Danau Toba
Setelah melewati sebuahbukit ,dari balik rerumbunan pohon dan batang-batang pinus yangbanyak tumbuh di pinggiran jalan tanpak hamparan air membiru.Hawa sejuk dan bau air yang segar mulai memenuhi dada dan menyebar kesejukan dan rasa lega.Perlahan-lahan ,rasa penat setelah menempuh perjalanan dari Medan menjadi sirna.

Tentu sebuah pengalaman eksotis yang tak terungkapkan ketika dapat menyaksikan sinar Matahari pagi jatuh di permukaan danau yang tenang itu,atau menikmati keheningan sore hari saat Mentari mulai menyusup di balik cakrawala.Tak salah jika kesemarakan Danau Toba tersiar hingga ke negeri seberang.

Saat memasuki Parapat,sebuah kota di tepian danau Toba,orang akan terkagum-kagum dengan cantiknya alam Toba.Selain itu,keletihan segera sirna ketika orang sejenak menikmati hangatnya kopi sambil mereguk keindahan danau Toba.Kelelahan akan akan lenyap takkala hidangan khas berbagai daerah seperti khas Batak,Minang dll, yang disajikan berbagai rumah makan yang berada di tepian jalan utama kota itu mengisi perut yang sudah keroncongan.Selain itu, keletihan para pelancong dapat dihilangkan saat menikmati kelezatan mangga Parapat yang khas dengan rasa asam-manisnya. Terlepas dari sebuah cerita legenda ,Danau Toba terbentuk dari letusan sebuah gunung berapi ribuan tahun silam .Puncak gunung tersebut runtuh dan terjadilah Danau.Sebahagian reruntuhan terbentuk sebuah Pulau yang disebut Pulau Samosir. Selengkapnya 

Monday, January 26, 2004


  Pengunjung Danau Toba Mengeluh, Pelayanan KMP Ferry Tao Toba Amburadul
Samosir (SIB)

Ratusan pengunjung Danau Toba yang sudah antri sejak pagi di Ajibata Parapat, batal berlibur dalam rangka Imlek ke Pulau Samosir, Sabtu (24/1) karena tidak bisa menyeberang. Mereka yang umumnya menggunakan kenderaan pribadi tersebut kecewa terhadap pelayanan petugas KMP Ferry Tao Toba yang dinilai amburadul dan pilih kasih. Diharapkan Pemkab Tobasa, Simalungun dan Samosir bekerja sama ‘mengambil alih’ pengelolaan perusahaan penyeberangan tersebut sehingga berpihak kepada kepentingan pariwisata.

Pantauan SIB di pelabuhan ferry Ajibata, banyak turis yang datang dari mancanegara maupun lokal membatalkan kunjungan ke Pulau Samosir karena sulitnya mendapat tiket ferry. "Saya melihat Tomok, katanya di sana ada artefak-artefak dan makam yang telah ratusan tahun usianya," kata A Cun, turis asal Singapura dalam bahasa Melayu yang patah-patah. Ia heran mengapa ada orang yang datang sesudahnya tapi bisa memproleh tiket untuk menyeberang.

Hasil monitoring di lapangan menunjukkan sebagian besar tiket ada di tangan petugas penyeberangan dan bukan di loket. Orang-orang yang mendekati oknum-oknum tersebut bisa dengan mulus walaupun belum antri dan baru tiba. "Biasanya harganya bisa naik Rp 20.000 dari harga tiket sebenarnya, apalagi pas libur seperti ini, bisa dua kali lipat," kata salah seorang penduduk setempat yang minta identitasnya dirahasiakan sebab dirinya bekerja di sekitar pelabuhan ferry tersebut. Selengkapnya 


  Plt Bupati Samosir Wilmar Simanjorang Diharapkan Jadi Pelopor Good Governance
Jakarta (SIB)

Untuk mempercepat pembangunan di Kabupaten Samosir, selain pembiayaan resmi dari pemerintah, bupati harus lebih proaktif mencari sumber-sumber pembiayaan dalam bentuk hibah yang berasal dari lembaga- lembaga luar negeri.

Guna memperoleh sumber pembiayaan dalam bentuk hibah dari lembaga- lembaga atau negara asing, bupati Samosir dituntut mampu mensinergikan semua potensi yang ada terutama potensi perantau. Hal ini dipandang perlu, sebab mendatangkan investor besar masuk ke Samosir sangat sulit mengingat potensi alamnya yang kurang ekonomis. Demikian dikemukakan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Samosir Drs Luhut Simbolon di Jakarta, Sabtu (24/1).

Dikatakannya, potensi perantau untuk mencari pembiayaan pembangunan baik dari dalam negeri maupun lembaga-lembaga asing sangat besar dan memungkinkan. "Kita punya tokoh-tokoh seperti antara lain, Tagor Lumbanraja, Johannes Sitanggang, Sahat Sinaga dll yang komitmennya tidak diragukan lagi untuk membantu membangun Samosir," ujar Luhut.

Menurut Luhut, membangkitkan emosi perantau untuk ikut berperan serta membangun Samosir tidaklah sesuatu yang sulit. "Lemdayasa sudah membuktikannya. Dalam waktu sekejap kita dapat mengumpulkan komputer dan sudah dibagikan keseluruh SLTP dan SMU di Samosir," ujar Luhut.

Penjabat Bupati Samosir Wilmar Simanjorang harus mampu menangkap potensi perantau ini sebagai asset sekaligus peluang yang dapat bersinergi dengan pemerintah daerah guna mewujudkan pembangunan di Samosir. Selengkapnya 

Saturday, January 24, 2004


  Parbato Gelar Lomba Menulis Cerpen dalam Bahasa Batak
Partungkoan Batak Toba (Parbato), sebuah kelompok masyarakat Batak di Medan, akan mengadakan lomba menulis cerita pendek (cerpen) dalam bahasa Batak yang diberi judul "Lumba Manurat Turiturian Na Jempek".

Menurut Ketua Panitia, DR Ir Alexander Manurung, kegiatan ini dimaksudkan untuk merangsang kembali minat masyarakat Batak, khususnya generasi muda untuk mendalami bahasa Batak yang merupakan salah satu unsur penting dalam budaya Batak.
"Banyak generasi muda Batak yang tidak memahami lagi budaya Batak, di mana salah satu bagiannya adalah bahasa Batak. Menjadi tanggung jawab kita supaya generasi muda ini bisa memahami kembali budayanya, sehingga budaya Batak tidak punah dan tetap eksis sebagai identitas masyarakat Batak," ujar Alexander.

Padahal menurut Alexander, bahasa Batak sebenarnya merupakan bahasa yang mempunyai logika yang bagus. Bahkan, menurut para ahli bahasa, bahasa Batak merupakan bahasa dengan struktur dan logika terbaik di Asia Tenggara. Sehingga jika terbiasa menggunakan bahasa Batak, maka cara berpikir orang akan semakin tajam. Menurut Alexander yang didampingi Wakil Ketua Panitia, Ir RE Siboro MSi, perlombaan ini berlaku untuk umum. Adapun syarat tulisan yang diperlombakan adalah menggunakan bahasa Batak Toba, panjang tulisan sedikitnya lima lembar kuarto serta ditik dua spasi dengan komputer, dan maksimal 10 lembar kuarto. Setiap pengarang bisa mengirimkan sebanyak lima judul tulisan. Setiap peserta harus menggunakan nama samaran dalam tulisannya. Adapun nama sebenarnya dimasukkan ke dalam amplop tertutup bersama nama samaran, sehingga nama pengarang hanya akan diketahui pada saat pengumuman setelah amplop dibuka. Mengenai kriteria penilaian, Alexander mengungkapkan ada tiga penilaian yang paling utama terhadap setiap tulisan yaitu menyangkut penggunaan tata bahasa, cara penggunaan bahasa dan isi, yaitu sejauh mana isi cerita menggambarkan kehidupan masyarakat.

"Penilaian akan dilakukan oleh ahli-ahli budaya dan ahli bahasa Batak yang terdiri dari Prof Drs LD Siagian dan Prof Dr Bungaran A Simanjuntak keduanya dari Universitas Negeri Medan (Unimed) serta Prof Dr Robert Sibarani MS dari USU," tambah Alexander.

Tulisan yang diperlombakan sudah harus sampai ke sekretariat panitia, di Jalan Sei Mencirim No 96A paling lambat tanggal 30 Mei 2004. Pengumuman pemenang dan pemberian hadiah dilaksanakan 20 Juni 2004.Kepada setiap pemenang akan diberikan hadiah uang dengan total Rp 10 juta. Tulisan yang berhasil memenangkan perlombaan, akan diperbanyak dan dipublikasikan oleh panitia. (hat/nit) Selengkapnya
 


  Warga Samosir Tolak Pj Bupati Samosir Pilihan Mendagri
Seperti halnya daerah pemekaran Nias Selatan dan Humbang Hasundutan, Kabupaten Samosir rupanya rawan pula dalam konflik penjabat bupati. Betapa tidak, baru saja ditetapkan Mendagri Hari Sabarno menjadi kabupaten baru hari Rabu (7/1), kritikan figur penjabat bupati sudah merebak.

Salah seorang tokoh masyarakat Samosir, T Nainggolan, kemarin mengungkapkan, masyarakat di Samosir tidak setuju dengan profil salah satu calon pj bupati, Wilmar Simanjorang. Dia bahkan mengatakan saat ini sebagian masyarakat sedang menuju Medan untuk melakukan unjuk rasa. Padahal pemerintah belum lagi resmi mengumumkan nama Pj Bupati Samosir.

"Kami sudah mendapat informasi dari sumber yang terpercaya di Jakarta bahwa Mendagri sudah memilih Wilmar Simanjorang sebagai Pj Bupati Samosir dari 3 calon yang diajukan Gubsu. SK Wilmar juga sudah ditandatangani Mendagri," katanya kepada wartawan, Kamis (8/1). Dua calon lain adalah Asisten Pemerintahan I Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), T Napitupulu dan Pariaman Sinaga.

Menurut Nainggolan, pihaknya menolak Wilmar Simanjorang yang saat ini menjabat Ketua Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tobasa, karena ia tidak mendukung pemekaran. "Kami takut dengan kepemimpinan beliau justru menyebabkan pemekaran Samosir terhambat dan terpaksa kembali ke kabupaten induk. Padahal sudah begitu besar pengorbanan untuk mendapatkan pemekaran ini," katanya. Dia mengatakan, status Samosir sebagai satu kabupaten, sangat diharapkan masyarakat untuk mengubah nasib daerah yang masih terbelakang ini. "Samosir selama ini kurang diperhatikan, padahal memiliki potensi besar di sektor pariwisata, perikanan dan peternakan," katanya.

Ia berharap pemerintah mempertimbangkan aspirasi masyarakat dan menempatkan orang yang mau bekerja sama dengan masyarakat. (vin)Selengkapnya
 


  Danau Toba Terlarang bagi Partai Politik
Tak cuma di darat, di danau pun berlaku larangan curi start kampanye. Karenanya, Panwaslu Sumut melarang setiap kapal di perairan Danau Toba mengibarkan bendera dan spanduk parpol peserta pemilu sebelum masa kampanye, mulai 11 Maret hingga 1 April 2004.

"Kami sudah menyurati Panwaslu kabupaten-kabupaten di sekitar wilayah Danau Toba agar berkoordinasi dengan instansi pemerintah terkait, untuk menurunkan setiap bendera parpol yang saat ini berkibar di kapal-kapal yang beroperasi di Danau Toba," kata Ketua Panwaslu Sumut, Choking Susilo Sakeh, di Medan, Rabu (7/1). Sebagai informasi, sebagian kapal yang beroperasi di perairan Danau Toba akhir-akhir ini dilaporkan mulai memasang bendera berbagai parpol. Tanpa merinci nama-nama parpol dimaksud, Choking mengatakan, tindakan pemasangan bendera dan atribut parpol sebelum masa kampanye dianggap melakukan kampanye secara terselubung atau mencuri start kampanye.

Tindakan pengibaran bendera dan pemasangan spanduk parpol di tempat-tempat umum seperti di Danau Toba sebelum masa kampanye tersebut bisa dijatuhi hukuman pidana dan denda, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pemilu DPR, DPD dan DPRD.
Ia menambahkan, komitmen untuk tidak mengibarkan berbagai bendera, spanduk dan atribut parpol sebelum masa kampanye dalam rangka Pemilu 2004 sebenarnya telah disepakati antara sesama pimpinan pengurus parpol di Sumut dengan Panwaslu Sumut, di Medan, 17 Desember 2003 lalu.
Namun, menurut Choking, hampir di setiap kabupaten dan kota di Sumut hingga saat ini dilaporkan masih ada parpol-parpol yang melakukan berbagai bentuk dan kegiatan bernuansa kampanye. Oleh sebab itu, kata dia, pihaknya mengimbau segenap pimpinan parpol di propinsi itu agar tidak mengibarkan dan memasang bendera, atribut dan spanduk parpol, sebelum tiba masa kampanye. Pemasangan bendera, atribut dan spanduk parpol hanya dibenarkan di masing-masing kantor parpol yang bersangkutan. (ant)Selengkapnya 

Thursday, January 08, 2004


  Permintaan Souvenir Di Danau Toba Lesu
Permintaan pasar terhadap beraneka ragam sovenir di kawasan obyek wisata Danau Toba hampir sepanjang tahun 2003 dilaporkan cenderung lesu, menyusul merosotnya arus kunjungan wisatawan ke daerah tujuan wisata utama di provinsi Sumut itu.
Kalangan pedagang di kota turis Parapat dan Kecamatan Simanindo, hari Senin, pada umumnya menyebutkan, lesunya permintaan pasar sovenir terjadi sejak menurunnya jumlah wisatawan mancanagera yang berlibur ke obyek wisata alam itu.

"Pada saat turis asing banyak datang ke Danau Toba sekitar lima tahun lalu permintaan terhadap sovenir memang cukup besar. Sekarang ini, kami hanya bisa mengharapkan pembeli datang dari wisatawan lokal saja," ucap seorang pedagang sovenir di Desa .Selengkapnya
 


  Monumen Perunggu Bung Karno Dibangun Di Danau Toba
Monumen Proklamator Kemerdekaan RI Bung Karno segera dibangun di tepi Danau Toba, sekitar kawasan tanjung di Parapat Kabupaten Simalungun. Monumen yang berdekatan dengan Mess Pemprov Sumut itu pernah menjadi tempat pengasingan Bung Karno pada masa perjuangan kemerdekaan RI.

Tinggi monumen 45 meter termasuk pondasinya dengan bahan dasar dari tembaga. "Lokasi persisnya masih dalam survei namun hasil survei sementara berjarak 70 meter dari pantai di Parapat, sekitar lokasi Mess Pemprovsu," jelas Gubsu H Rizal Nurdin kepada wartawan usai melakukan survei di sekitar Danau Toba.

Pembangunan monumen Bung Karno itu merupakan fase pertama dari beberapa fase yang direncanakan. Tahap selanjut nya, jelas Gubsu, pada areal sekitar kawasan Mess Pemprovsu akan dikembangkan sebagai kawasan wisata sejarah yang memiliki Galeri Proklamator. Galeri itu dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun wisatawan mancanegara yang ingin memperoleh berbagai nuansa historis dan informasi proklamasi. Selengkapnya........
 

Sunday, December 14, 2003


  Bupati Tobasa Resmikan Rumah Doa di Balige
Balige (SIB)

Bupati Toba Samosir Drs Sahala Tampubolon mengakui, Kabupaten Tobasa kaya akan wisata alam dan wisata rohani. Namun sampai saat ini wisata rohani yang ada di kabupaten Tobasa Samosir belum ditangani secara intensif dan belum menghasilkan dampak ekonomis bagi rakyat. Untuk itu, peran serta para perantau asal Kabupaten Tobasa sangat perlu guna mengangkat wisata dan membangun di Kabupaten Toba Samosir.

Hal itu dikatakan Bupati Toba Samosir Drs Sahala Tampubolon dalam sambutannya pada acara peresmian Rumah Doa di Desa Gur-Gur Kecamatan Balige Kabupaten Tobasa, Senin. Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Tobasa, Laksamana Bonar Simangunsong, para Kadis dan Kakan Kabupaten Tobasa, camat Balige.

Guna terus menggali serta menghidupkan wisata rohani tersebut, lanjut Bupati Tobasa mengatakan, perlu dukungan modal yang cukup memadai dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dan terampil yang diiringi keimanan dan ketaqwaan yang tinggi. Persoalan yang saat ini mewarnai potret buram kehidupan ketatanegaraan kita adalah timbulnya berbagai konflik horizontal dan timbulnya gerakan fundamentalis keagamaan yang bernuansa Sara yang secara sadar atau tidak sadar sengaja atau tidak sengaja telah menjadi mesin pembantaian bagi umat manusia yang tidak berdosa. Selengkapnya 


  Pelataran Dermaga Kapal Feri Ajibata, Tobasa Tenggelam Ditelan Air Danau Toba
Ajibata (SIB)

Pelataran dermaga kapal fery Ajibata Tobasa tenggelam ditelan air Danau Toba, karena naik pasang. Permukaan air Danau Toba naik drastis menyusul curah hujan tinggi sekali beberapa bulan belakangan ini. Sejalan air naik pasang, proyek pelebaran demaga bernilai ratusan juta rupiah, terganggu dan dikuatirkan pekerjaannya menyimpang dari Bestek.

Kondisi naik pasang air Danau Toba menurut pemantauan wartawan SIB yang berkunjung ke daerah itu, Rabu (10/12) lebih memperparah kerusakan permukaan ruas jalan utama menuju pelabuhan tersebut. Dari pandangan kasat mata, konstruksi parit sudah sama dengan permukaan air, sehingga air limbah tidak mengalir lagi sebagaimana mestinya.

Tak heran genangan air dari kandungan parit melimpah ke permukaan ruas jalan, sehingga lapisan hotmix terkopek. Sepanjang ruas jalan masuk menuju pelabuhan, penuh lobang akibat endapan air parit yang tak berfungsi lagi. Tak jelas apa dan bagaimanan upaya Pemkab Tobasa untuk menanggulangi kerusakan ruas jalan tersebut.

Ruas jalan yang seharinya memperlancar arus ekonomi dan kelancaran transportasi dari dan ke daerah tersebut, sesungguhnya mendesak untuk penanganan selanjutnya. Sebab, menurut keterangan diterima SIB, tidak ada instansi yang berkompeten ditempatkan di perbatasan wilayah Tobasa dengan Kabupaten Simalungun itu. Selengkapnya
 

Situs ini menampilkan artikel tentang Ajibata Parapat dan sekitarnya di dalam satu website.Kritik dan Saran kirim melalui email ke sczove@yahoo.com


  • September 2003
  • October 2003
  • November 2003
  • December 2003
  • January 2004
  • February 2004
  • Anggun Priyatmoko
    Ernest Simbolon

    Name :
    Web URL :
    Messege :

    blogger
    blogskins
    Hariansib
    Waspada
    Harian Analisa
    Harian Medan Bisnis
    Harian Berita Sore
    w4rnawarni